TNews, LUBUKLINGGAU — Rangkaian Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 di Lubuklinggau memasuki sesi pembelajaran inti, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan peserta PPPK dari berbagai formasi yang dinyatakan lulus seleksi dan tengah memasuki tahapan penguatan kapasitas.
Pantauan di lokasi, kegiatan diawali dengan pemaparan kebijakan terkait arah pembangunan nasional dan regulasi kepegawaian terbaru. Materi tersebut menekankan posisi strategis PPPK dalam mendukung reformasi birokrasi, terutama pada aspek pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Salah satu pemateri menjelaskan bahwa PPPK dituntut tidak hanya memahami tugas teknis sesuai formasi masing-masing, tetapi juga mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah ke dalam pelayanan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Peserta kemudian mendapatkan pembekalan mengenai nilai dasar ASN BerAKHLAK, yang mencakup orientasi pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, harmoni, loyalitas, adaptif, dan kolaboratif. Dalam sesi ini, peserta diajak mendiskusikan contoh-contoh situasi kerja yang kerap dihadapi aparatur di lapangan, termasuk tantangan menjaga integritas dan etika kerja.
“Profesionalisme bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga sikap dan tanggung jawab moral sebagai pelayan publik,” ujar salah satu narasumber di hadapan peserta.
Materi berikutnya membahas optimalisasi kinerja dalam mewujudkan pelayanan publik yang unggul. Fokus pembelajaran diarahkan pada peningkatan efektivitas kerja, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta penguatan pola pikir melayani masyarakat.
Sejumlah peserta mengaku mendapatkan pemahaman baru terkait ekspektasi terhadap peran PPPK. Mereka menilai orientasi ini penting sebagai bekal sebelum terjun penuh menjalankan tugas di unit kerja masing-masing.* (Zai)








